Rebuplik ini bukan
hadiah dari penjajah. Lama sebelum kemerdekaan diproklamasikan telah
diperjuangkan oleh para pendahulu kita yang kemudian menjadi para pendiri
negara ini. Jalan yang mereka tempuh penuh onak duri penderitaan. Salah satunya
seperti tulisan berikut ini.
dari
SUKAMISKIN
ke
ISTANA NEGARA
Sekelumit
kisah bung Karno Menudju Indonesia Merdeka
BUNG
KARNO DITANGKAP
Oleh
: GATOT MANGKUPRADJA
PADA
tanggal 25 - 26 Desember 1929 di Bandung telah diadakan pertemuan antara
pemimpin Partai2 Politik jang diwakili oleh masing2 Anggota Pengurus Besarnja
jang maksudnja membulatkan tekad untuk mendirikan suatu Badan Permufakatan.
Dalam pertemuan permusjawaratan itu jang dipimipin oleh Sdr. alm. Husni Thamrin
hadir antara lain Bung Karno, Sartono, Dachlan Abdullah, Bakri Suraatmadja,
Otto Iskandar Dinata, Sutisna Sendjaja, R.A.A. Kusumo Utojo, Dr. Samsi, Mr.
Iskaq Tjokrohadisurjo, Ir. Anwari, Dr. Sukiman, Sjahbudin Latif dll.
Karena
dalam beberapa hal belum ada kebulatan, maka permusjawaratan akan dilandjutkan
di Solo pada tanggal 27 Desember 1929.
Tanggal
26 Desember 1929 pagi hari l.k. djam 5 kami, Bung Karno, zus Inggit, Maskoen,
Mang Ojib dengan berkendaraan satu auto taxi Chevrolet Touiring kepunjaan sdr.
Suhada (Ada) menudju kekota Solo. Waktu itu dikota sangat ramainya, mungkin
karena ada patjuan kuda. Kita menudju rumah Sdr. Mr. Singgih, dan didjemput
oleh sdr. Sudarjo Tjokrosisworo, seorang Wartawan Nasionalis, jang membawa kita
kerumah dimana kita akan bermalam, sesudah kita bersama makan di restorant
Imron.