Carilah di sini

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Agustus 2013

dari SUKAMISKIN ke ISTANA NEGARA

Rebuplik ini bukan hadiah dari penjajah. Lama sebelum kemerdekaan diproklamasikan telah diperjuangkan oleh para pendahulu kita yang kemudian menjadi para pendiri negara ini. Jalan yang mereka tempuh penuh onak duri penderitaan. Salah satunya seperti tulisan berikut ini.

dari SUKAMISKIN
ke ISTANA NEGARA
Sekelumit kisah bung Karno Menudju Indonesia Merdeka

BUNG KARNO DITANGKAP

Oleh : GATOT MANGKUPRADJA

PADA tanggal 25 - 26 Desember 1929 di Bandung telah diadakan pertemuan antara pemimpin Partai2 Politik jang diwakili oleh masing2 Anggota Pengurus Besarnja jang maksudnja membulatkan tekad untuk mendirikan suatu Badan Permufakatan. Dalam pertemuan permusjawaratan itu jang dipimipin oleh Sdr. alm. Husni Thamrin hadir antara lain Bung Karno, Sartono, Dachlan Abdullah, Bakri Suraatmadja, Otto Iskandar Dinata, Sutisna Sendjaja, R.A.A. Kusumo Utojo, Dr. Samsi, Mr. Iskaq Tjokrohadisurjo, Ir. Anwari, Dr. Sukiman, Sjahbudin Latif dll.
Karena dalam beberapa hal belum ada kebulatan, maka permusjawaratan akan dilandjutkan di Solo pada tanggal 27 Desember 1929.
Tanggal 26 Desember 1929 pagi hari l.k. djam 5 kami, Bung Karno, zus Inggit, Maskoen, Mang Ojib dengan berkendaraan satu auto taxi Chevrolet Touiring kepunjaan sdr. Suhada (Ada) menudju kekota Solo. Waktu itu dikota sangat ramainya, mungkin karena ada patjuan kuda. Kita menudju rumah Sdr. Mr. Singgih, dan didjemput oleh sdr. Sudarjo Tjokrosisworo, seorang Wartawan Nasionalis, jang membawa kita kerumah dimana kita akan bermalam, sesudah kita bersama makan di restorant Imron.